Integritas aparatur pemerintah menjadi faktor utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan akuntabel. Tanpa integritas yang kuat, risiko penyimpangan, korupsi, dan manipulasi dokumen semakin tinggi. Untuk itu, Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) Pekanbaru hadir sebagai lembaga profesional yang fokus pada peningkatan integritas SDM melalui pelatihan, edukasi anti-fraud, dan pendampingan sistem pengendalian internal.
AAFI Pekanbaru memahami bahwa integritas bukan hanya soal etika, tetapi juga terkait pemahaman teknis mengenai pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, serta prosedur administrasi. Banyak penyimpangan muncul akibat kombinasi niat tidak baik dan kurangnya pengetahuan teknis. Oleh karena itu, AAFI menekankan pengembangan kompetensi aparatur agar dapat mengenali risiko fraud dan menjalankan pengawasan internal secara efektif.
Salah satu program unggulan adalah pelatihan anti-fraud yang menyasar pejabat struktural, bendahara, PPK, dan staf administrasi. Pelatihan ini mencakup pengenalan fraud triangle, identifikasi red flags, analisis transaksi mencurigakan, serta teknik audit forensik. Dengan kemampuan ini, aparatur dapat mendeteksi potensi kecurangan sejak dini dan mencegah kerugian negara yang lebih besar.
Selain pelatihan teknis, AAFI Pekanbaru menekankan pembinaan etika profesional. Aparatur didorong untuk memahami pentingnya integritas dalam setiap aktivitas kerja dan kesadaran menjalankan tugas sebagai amanah publik. Program ini membantu membentuk budaya kerja yang menekankan tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas.
AAFI Pekanbaru juga mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan internal, seperti kode etik pegawai, kebijakan whistleblowing, dan penguatan pengendalian berbasis risiko. Dengan pedoman yang jelas, pegawai memiliki acuan dalam menjalankan tugas dan memahami konsekuensi hukum bila melakukan penyimpangan.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi tambahan. AAFI membantu pemerintah daerah menerapkan sistem informasi keuangan dan pengadaan berbasis digital sehingga setiap transaksi terekam secara otomatis. Hal ini memudahkan audit, mengurangi intervensi manusia, dan memperkecil peluang terjadinya fraud.
Kolaborasi lintas lembaga juga diperkuat untuk memastikan temuan audit mendapatkan tindak lanjut yang tepat. AAFI Pekanbaru bekerja sama dengan inspektorat, BPKP, dan aparat penegak hukum untuk membangun sistem pengawasan yang efektif sekaligus memberikan efek jera bagi oknum yang mencoba melakukan penyimpangan.
Kesimpulannya, inisiatif AAFI Pekanbaru dalam meningkatkan integritas SDM menekankan kombinasi pelatihan kompetensi, pembinaan etika, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pengendalian internal. Dengan langkah-langkah ini, aparatur pemerintah daerah menjadi profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan pengawasan yang efektif, sehingga tata kelola pemerintahan di Pekanbaru menjadi lebih bersih dan akuntabel.